www.PortalBugis.Com

"Catatan Bugis Di Rantau & Budayanya"

Bone-Bone

A. Selayang  Pandang

Kampung  Bone-Bone merupakan sebuah dusun terpencil yang terletak di lereng Gunung  Latimojong di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut. Kampung ini dihuni  kurang lebih 540 jiwa yang terdiri dari 80 kepala keluarga dengan menempati  rumah-rumah panggung.

Kampung  ini sangat terkenal sebagai dusun anti-nikotin di Kabupaten Enrekang. Para wisatawan asing yang akan berkunjung ke Tana Toraja sering  menyempatkan diri mampir untuk melihatnya.

B. Keistimewaan

Kampung Bone-Bone mempunyai “Peraturan Dusun (Perdus)” anti-nikotin yang  ditetapkan sejak tahun 2001. Sejak itu pula, kampung ini menjadi ikon Kabupaten  Enrekang dalam hal kampanye anti-nikotin. Uniknya, meskipun Perdus tersebut hanya disepakati secara lisan (tidak ada yang tertulis) dan juga tidak  ada sanksi bagi warga yang melanggarnya, namun seluruh warga kampung Bone-Bone tetap  menaatinya sampai sekarang. Semua ini muncul dari kesadaran mereka tentang  akibat buruk dari merokok. Bahkan, mereka menganggap bahwa merokok adalah  perbuatan yang tabu.

Menariknya  lagi, Perdus tersebut tidak hanya berlaku bagi warga Kampung Bone-Bone, tetapi  juga bagi para pengunjung. Jika ada pengunjung yang ingin merokok, mereka harus  melakukannya di luar dusun. Sejak diberlakukannya Perdus tersebut, kampung  yang berhawa dingin dan sering tersaput kabut ini hawanya semakin segar dan bersih,  karena bebas dari asap rokok. Selain itu, seluruh warga merasa lebih sehat kuat  bekerja dan prestasi anak laki-laki di SD 159 Bone-Bone yang sebelumnya buruk, kini mengalami peningkatan, bahkan di antara mereka banyak yang melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi.

Selain  dikenal sebagai kampung anti-nikotin, bersih dan ramah lingkungan, Dusun  Bone-Bone juga dikenal sebagai daerah percontohan bagi penegakan syariat Islam.  Hal ini terlihat dalam kehidupan sehari-hari, para ibu dan anak perempuan  hampir seluruhnya mengenakan busana Muslim dan menutup aurat. Anak-anak yang  sedang bermain pun berkelompok dengan sesama jenisnya. Ketika azan di masjid  dikumandangkan, seluruh warga sejenak menghentikan seluruh aktivitas mereka  untuk menunaikan ibadah shalat secara berjamaah.

C. Lokasi

Kampung Bone-Bone termasuk ke dalam wilayah Desa Pepandingan, Kecamatan Baraka,  Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

D. Akses

Kampung  Bone-Bone terletak sekitar 300 kilometer dari Kota Makassar. Untuk mencapai  kampung ini, dari Kota Makassar cukup melewati Ibukota Enrekang, kemudian menuju ke Kecamatan Baraka. Dari Kecamatan Baraka menuju ke Dusun Bone-Bone, perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat  maupun roda dua dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer.

E. Harga  Tiket Masuk

Pengunjung  yang datang ke Kampung Bone-Bone tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi

Masih  dalam proses pengumpulan data.

(Samsuni/wm/17/02-08)
__________

Sumber Foto:  www.promosikesehatan.com

3 Tanggapan to “Bone-Bone”

  1. Lolo said

    Kio

  2. Lolo said

    Sy suka bone2

  3. dedesahman said

    Kalau saya tinggal di Makassar ingin sekali mengunjungi desa ini. Doakan bisa pindah ke Makassar secepatnya supaya anak saya bisa berkumpul dengan etta neneknya. Walaupun saya harus memupus harapan untuk tinggal di Jawa, kampung saya. Ingin berlibur juga di Tanjung Bira ,Tana Toraja dan objek wisata lainnya di Sulsel. Sayang saat ini kami tinggal jauh di ujung Barat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s