www.PortalBugis.Com

"Catatan Bugis Di Rantau & Budayanya"

Tari Mabbissu

A. Selayang Pandang

Mabbissu berasal dari kata bissu yang mendapat tambahan awalan ma yang berarti melakukan tarian bissu. Sementara bissu berasal dari kata bessi, yang berarti bersih atau suci dan kuat. Mereka dipanggil Bissu karena  tidak haid, tidak berdarah, atau suci. Dikatakan tidak berdarah karena Bissu ini kebal terhadap senjata tajam, tidak mampu ditembus oleh keris, parang atau timah panas. Makanya, di setiap upacara ritual, para Bissu selalu mempertontonkan kesaktian mereka dalam bentuk tari yang disebut dengan Mabbissu atau Tari Bissu.

Mabbisu ini biasanya diperagakan oleh 6 orang Bissu utama yang dipimpin oleh ketua  Bissu di daerah itu. Keenam Bissu tersebut berdandan seperti layaknya perempuan  dengan pakaian berwarna keemasan dan badik di pinggang. Setelah itu, dengan  diiringi tabuhan gendang yang berirama khas, mereka melantunkan alunan mantra  mitis dengan bahasa To Rilangi (bahasa kuno orang Bugis) sambil menari memutari Arajangnge, yaitu benda yang dikeramatkan dan diyakini sebagai tempat  ruh leluhur beristihat. Di depan Arajangnge itu telah disiapkan berbagai  sesaji dari kue-kue tradisional Bugis, buah-buahan, ayam serta kepala kerbau  dan sapi sebagai persembahan kepada leluhur mereka.

Ketika alunan gendang semakin keras dan cepat,  gerakan para Bissu tersebut semakin pelan dan mulai “trans” atau kehilangan  kesadaran. Pada saat itu, para Bissu mulai memeragakan gerakan maggiri. Mereka melepaskan keris panjang yang terselip dipinggang, kemudian menusukkannya ke telapak tangan, perut, dan tenggorokan mereka. Tujuannya adalah untuk  menguji apakah roh leluhur/dewata yang sakti sudah merasuk ke dalam diri  mereka. Jika mereka kebal, berarti Bissu itu dan roh yang merasukinya  dipercaya dapat memberikan berkat. Sebaliknya, jika badik itu menembus dan  melukai tubuh mereka, berarti yang merasukinya adalah roh lemah atau bahkan  tidak dirasuki roh leluhur sama sekali.

B. Keistimewaan

Puncak dari Mabbisu ini adalah nagiri‘i atau menusuktubuh mereka dengan badik, sehingga tari ini juga  disebut dengan Maggiri. Pada saat gerakan maggiri ini diperagakan,  pengunjung akan takjub dan tercengang-cengang menyaksikan para Bissu itu  menusuk telapak tangan dan leher mereka dengan badik yang runcing dan tajam,  namun tidak meninggalkan bekas luka sedikit pun, meskipun ditekan berkali-kali  dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, jika ada persyaratan dalam tarian ini tidak  terpenuhi, maka badik tersebut akan menembus tubuh mereka.

Sebagian pengunjung yang datang ke lokasi, tidak  saja untuk menyaksikan pagelaran tari yang spektakuler itu, tetapi juga ada yang  datang untuk meminta berkah dari para Bissu tersebut.

C. Lokasi

Pagelaran Mabbissu terletak di Desa Assaurajang, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep),  Provinsi Sulawesi Selatan.

D. Akses

Perjalanan dari terminal Daya Makassar menuju  Kota Kecamtan Sigeri dapat ditempuh sekitar 2-3 jam dengan menggunakan kendaraan  peribadi maupun angkutan umum. Dari Kota Kecamatan Sigeri menuju Desa  Assaurajang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermoto dalam waktu 20 menit.

E. Biaya Tiket Masuk

Pengunjung tidak dikenai biaya masuk ke lokasi.

F. Akomodasi dan Fasilitas

Masih dalam konfirmasi.

(Samsuni/wm/18/02-08)

Satu Tanggapan to “Tari Mabbissu”

  1. s0pis0pi said

    sangat’menarik,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s