www.PortalBugis.Com

"Catatan Bugis Di Rantau & Budayanya"

Apa yg dimaksud dgn Resiko Finansial ?

Kita misalkan saja ada sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah,
Ibu dan seorang Anak. Sang Ayah adalah karyawan dari perusahaan
swasta dengan pendapatan 30 juta per tahun. Sementara Sang Ibu
secara penuh berfungsi sebagai ibu rumah tangga. Pengeluaran
rumah tangga selama setahun adalah 28 juta. Jadi laporan cashflow
tahunan dari keluarga tersebut adalah:

Pendapatan
==========
Ayah : Rp. 30.000.000,-
Ibu  :          Rp. 0,-
Anak :          Rp. 0,-

Pengeluaran
===========
Kebutuhan Rumah Tangga : Rp. 28.000.000,-

Net Inflow:
===========
Rp. 2.000.000,-

Apakah resiko finansial dari keluarga tersebut? Yang dimaksud
resiko finansial dalam keluarga ini adalah adanya peluang
terjadinya musibah yang menimpa Sang Ayah (seperti kecelakaan,
penyakit kritis, bencana alam, meninggal) yang menyebabkan
Sang Ayah tidak dapat bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya. Keluarga kehilangan satu-satunya pendapatan
mereka, sehingga cashflownya menjadi:

Pendapatan
==========
Ayah : Rp. 0,-
Ibu  : Rp. 0,-
Anak : Rp. 0,-

Pengeluaran
==========
Kebutuhan Rumah Tangga : Rp. 28.000.000,-

Net Inflow:
=========
(Rp. 28.000.000,-)

Walaupun sumber pendapatan sudah tidak ada, biaya untuk kebutuhan
hidup tetap harus dibayar.Ibu dan Anak tetap memerlukan makanan.
Terlebih lagi apabila Sang Anak masih sekolah/kuliah, secara
berkala keluarga harus membayar biaya pendidikan. Untuk
mempertahankan gaya hidup seperti sekarang, setiap tahun
keluarga ini akan mengalami defisit sebesar 28 juta rupiah.
Darimana dana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini?
Tanpa adanya perencanaan keuangan yang baik, keluarga dalam
waktu dekat akan mengalami kebankrutan. Segala harta yang ada
akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setelah hartanya
habis, keluarga tersebut akan hidup dalam kemiskinan.

Nah disinilah muncul kebutuhan akan proteksi atau asuransi.
Sang ayah seharusnya diasuransikan dengan nilai pertanggungan
minimal dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga untuk 5 tahun.
Untuk contoh ini, nilai pertanggungan minimal Sang Ayah adalah
28 juta x 5 tahun = 140 juta rupiah. Artinya jika terjadi
musibah yang menimpa Sang Ayah, maka asuransi akan memberikan
uang sebesar 140 juta rupiah kepada keluarga yang
ditinggalkan.* Uang dari asuransi inilah yang akan digunakan
oleh keluarga untuk memenuhi kebutuhannya dalam jangka waktu 5
tahun ke depan.

* Jenis musibah yang mendapat perlindungan asuransi bergantung
pada jenis asuransi yang Anda beli. Baca polis asuransi untuk
keterangan lebih lanjut.

Resiko Finansial untuk Keluarga dengan Dua Sumber Penghasilan.

Untuk contoh yang sama dengan diatas, namun kali kita misalkan
ayah dan ibu bekerja. Jadi dalam keluarga terdapat 2 sumber
penghasilan, yaitu Ayah dengan pendapatan tahunan 20 juta dan
Ibu dengan pendapatan tahunan 10 juta rupiah. Misalkan
pengeluaran rumah tangga keluarga ini sama dengan sebelumnya,
yaitu 28 juta rupiah per tahun. Maka cashflow dari keluarga
adalah:

Pendapatan
==========
Ayah : Rp. 20.000.000,-
Ibu  : Rp. 10.000.000,-
Anak :          Rp. 0,-

Pengeluaran
==========
Kebutuhan Rumah Tangga : Rp. 28.000.000,-

Net Inflow:
=========
Rp. 2.000.000,-

Dalam keluarga dengan dua sumber penghasilan, resiko finansialnya
lebih kecil. Mengapa? Sebab Ayah dan Ibu dapat saling meng-cover
apabila salah satunya mengalami musibah. Kita misalkan apabila
Sang Ayah mengalami musibah sehingga tidak dapat bekerja lagi,
maka cashflow keluarga menjadi:

Pendapatan
==========
Ayah :          Rp. 0,-
Ibu  : Rp. 10.000.000,-
Anak :          Rp. 0,-

Pengeluaran
==========
Kebutuhan Rumah Tangga : Rp. 28.000.000,-

Net Inflow:
=========
(Rp. 18.000.000,-)

Dari cashflow diatas, kita dapat melihat bahwa keluarga tetap
memiliki sumber pendapatan, yaitu dari Ibu sebesar 10 juta rupiah.
Sayangnya pendapatan Ibu tidak cukup untuk membiayai seluruh
kebutuhan keluarga, sehingga terjadi defisit sebesar 18 juta per
tahun. Disini kita bisa melihat bahwa defisit finansial keluarga
lebih sedikit daripada contoh sebelumnya (28 juta per tahun
untuk keluarga dengan satu sumber pendapatan). Oleh karena
inilah saya mengatakan bahwa resiko finansial pada keluarga
dengan 2 sumber pendapatan lebih kecil daripada keluarga dengan
satu sumber pendapatan.

Yang perlu dilindungi oleh asuransi hanyalah defisit keluarga untuk
minimal jangka waktu 5 tahun. Jadi disini nilai pertanggungan Ayah
minimal 5 x 18 juta = 90 juta rupiah.

Namun, disisi lain, karena Ibu juga turut menjadi sumber
penghasilan keluarga, maka Sang Ibu juga perlu dilindungi
dengan asuransi. Mengapa? Mari kita lihat cashlow keluarga
apabila terjadi musibah pada Sang Ibu sehingga Ibu tidak
dapat bekerja:

Pendapatan
==========
Ayah : Rp. 20.000.000,-
Ibu  :          Rp. 0,-
Anak :          Rp. 0,-

Pengeluaran
==========
Kebutuhan Rumah Tangga : Rp. 28.000.000,-

Net Inflow:
=========
(Rp. 8.000.000,-)

Karena sumber pendapatan keluarga dari Ibu hilang, maka
keluarga menjadi mengalami defisit sebesar 8 juta per tahun.
Jadi, disini Ibu juga perlu diasuransikan dengan nilai
pertanggungan minimal 5 x 8 juta = 40 juta.

Jadi cara perhitungan nilai pertanggungan asuransi dilihat
dari berapa besar defisit yang akan terjadi pada keluarga
apabila sumber pendapatannya tidak dapat menghasilkan uang
lagi. Dalam contoh diatas kebetulan pendapatan Ayah lebih
besar daripada Ibu sehingga nilai pertanggungan asuransi Ayah
lebih besar daripada Ibu. Dalam keluarga lain, mungkin saja
yang terjadi malah pendapatan Ibu lebih besar daripada Ayah.
Dalam hal ini keluarga akan mengalami defisit lebih besar
apabila Ibu tidak dapat bekerja lagi, sehingga Ibu perlu
diberikan asuransi yang lebih besar daripada Ayah.

Sekian dulu sharing dari saya. Semoga dapat membantu
Saudara  dalam merencanakan proteksi bagi keluarga.

sumber : http://www.keuanganpribadi.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s