www.PortalBugis.Com

"Catatan Bugis Di Rantau & Budayanya"

Perlindungan Asuransi

AsuransiMasalahnya apakah penduduk Indonesia itu sadar akan pentingnya asuransi? Kalau nggak salah hanya 4% penduduk Indonesia yang mempunyai asuransi. Dibanding negara tetangga, Malaysia dan Singapura, kita kalah jauh. Mereka malah diatas 20%.Gue bisa menyimpulkan alasan apa yang mendasari kenapa banyak penduduk Indonesia yang nggak sadar (nggak butuh) akan pentingnya asuransi.

1. Citra buruk asuransi yang mendarah daging. Asuransi itu mencekik, harus nabung sekian puluh tahun baru bisa diambil, ketika diambil, prosesnya berbelit-elit, mau klaim saja susah setengah mampus. Banyak yang merasa tertipu karena hitam diatas putihnya juga kurang transparan. Citra buruk inilah yang susah untuk dihilangkan.

2. Manfaat asuransi tidak bisa dirasa begitu kita “membeli”nya. Beda dengan makanan, minuman atau rokok sekalipun. Rokok sekali beli, hisap, langsung deh kerasa enaknya. Kalau kita diberi indera ketujuh bisa melihat masa depan, bisa tahu kapan kita masuk rumah sakit, kapan kita kecelakaan dan tahu saat kita akan meninggal, mungkin asuransi tidak dijajakan oleh para agen tetapi dijual bebas di mal-mal dan orang akan berbondong-bondong antri membelinya. “Duh besok gue kayaknya mau opname deh kena demam berdarah 10 hari, anterin gue beli asuransi yuk di PS” atau “Bro, beli asuransi enaknya dimana ya? gue besok mati nih, mau kasih uang buat anak istri gue”. Ingat, Penyesalan selalu datang terlambat..

3. Dari poin ke-2 diatas, biasanya orang tidak mau punya asuransi karena memang merasa sehat terus, nggak pernah diopname di rumah sakit. Sama kaya gue dulu berpikiran seperti diatas, tapi semakin bertambahnya umur, tingkat stres yang makin tinggi kok ya ngerasa resiko terkena penyakit semakin besar.

4. Masih dari poin ke-2 tadi, karena manfaatnya nggak langsung terasa, orang berpikiran bahwa “Ah nanti dulu, kebutuhan gue masih banyak yang harus dipenuhi”. Sama kaya gue dulu, menabung 300 ribu untuk rasa aman diri sendiri saja mesti dipaksa, padahal “membuang” 300 ribu demi ngopi-ngopi kok ya kenceeenggg! hehehe.

5. Mengganggap bahwa sakit itu adalah nasib, yang ditentukan oleh Gusti Allah sing paring urip, yang memberi hidup. Masalahnya siapkah kita dengan segala harta yang dimiliki bisa menutup biaya sakit yang diberikan oleh yang diatas? Kalaupun sakit ada yang menentukan, rejeki juga ada yang menentukan. Jadi mending nggak kerja saja sekalian hihihi.

6. Prinsip bahwa asuransi adalah pengalihan resiko atas kejadian-kejadian yang berhubungan dengan jiwa kita, belum tertanam kuat. Kita rela bayar Rp 15 ribu rupiah buat parkir mobil berjam-jam di EX Plaza Indonesia karena berharap mobil kita aman, berada di lokasi yang kemungkinan kecil dicuri orang dibanding diparkir dekat Kebon Kacang. Rela bayar iuran keamanan kompleks untuk bayar satpam yang bertugas mengamankan rumah kita. Tapi kenapa untuk kesehatan dan jiwa diri sendiri nggak Ya?

Sumber:

http://dhebieindria.multiply.com


4 Tanggapan to “Perlindungan Asuransi”

  1. Rustan said

    Orang Bugis di mana-mana ada, tapi jangan lalo melakukan kejahatan yg berakibat rosaknya nama baik kita semua.

  2. adipedia said

    Perkenankan saya memberi award “Kridha Perdana Adi Nugraha” kepada blog mas. Silahkan diambil di http://www.adipedia.com/2009/07/award-kridha-perdana-adi-nugraha/

    Semoga bermanfaat

  3. Info menarik dan perlu diketahui banyak pihak, semoga pada mbaca nih tulisan….
    Makasih ya…

  4. adirossi said

    Selain itu jika dilihat dari prakteknya, banyak pengguna asuransi yang memaksakan klaim, seprti mobil yang rusak bukan karena bencana alam seperti banjir, longsor dsb, tetapi banyak pengguna jasa asuransi yang “membohongi” pihak asuransi seolah2 klaim mereka atas kerusakan tersebut merupakan tanggungan dari pihak asuransi, itu juga yang menyebabkan pihak asuransi selektif dalam memilih klien sehingga asuransi sulit untuk berkembang

    Oiya mas mari kita bertukar link. Link mas sudah saya pasang di blog saya, silahkan dicek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s