www.PortalBugis.Com

"Catatan Bugis Di Rantau & Budayanya"

Ruh Bugis-Makassar Tergerus di Tanah Sendiri

Posted by Rustan pada Juli 2, 2009


Kampus Merah terbangun dari latar belakang multibudaya, tetapi budaya lokal itu sendiri kini tak dilirik lagi.

Sebuah petuah kuno dalam Lontara mengatakan jika panen tak berhasil pada suatu kerajaan, maka yang diperiksa pertama kali adalah Sang Raja. Menilik petuah nenek moyang Bugis ini, kita tergelitik dengan kondisi kampus merah yang kerap kali diwarnai tawuran, kebobrokan moral mahasiswa, dosen yang mengejar proyek, pegawai akademik yang melakukan pungutan liar. Maka kerajaan kampus merah yang pertama diperiksa adalah ‘rajanya’. Inilah gambaran yang terjadi di kampus ini. Budaya Bugis-Makassar yang sarat akan nilai Fhiloshopis, kini hilang tergerus arus budaya global.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s