RAJA GOWA
1. Tumanurunga (+ 1300)
2. Tumassalangga Baraya
3. Puang Loe Lembang
4. I Tuniatabanri
5. Karampang ri Gowa
6. Tunatangka Lopi (+ 1400)
7. Batara Gowa Tuminanga ri Paralakkenna
8. Pakere Tau Tunijallo ri Passukki
9. Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna (awal abad ke-16)
10. I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiyung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565)
11. I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatte
12. I Manggorai Daeng Mameta Karaeng Bontolangkasa Tunijallo (1565-1590).
13. I Tepukaraeng Daeng Parabbung Tuni Pasulu (1593).
14. I Mangari Daeng Manrabbia Sultan Alauddin Tuminanga ri Gaukanna
Berkuasa mulai tahun 1593 – wafat tanggal 15 Juni 1639. Merupakan penguasa Gowa pertama yang memeluk agama Islam.[1]
15. I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Lakiyung Sultan Malikussaid Tuminanga ri Papang Batuna
Lahir 11 Desember 1605, berkuasa mulai tahun 1639 hingga wafatnya 6 November 1653
16. I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tuminanga ri Balla’pangkana
Lahir tanggal 12 Juni 1631, berkuasa mulai tahun 1653 sampai 1669, dan wafat pada 12 Juni 1670
17. I Mappasomba Daeng Nguraga Sultan Amir Hamzah Tuminanga ri Allu’
Lahir 31 Maret 1656, berkuasa mulai tahun 1669 hingga 1674, dan wafat 7 Mei 1681.
1. I Mallawakkang Daeng Mattinri Karaeng Kanjilo Tuminanga ri Passiringanna
18. Sultan Mohammad Ali (Karaeng Bisei) Tumenanga ri Jakattara
Lahir 29 November 1654, berkuasa mulai 1674 sampai 1677, dan wafat 15 Agustus 1681
19. I Mappadulu Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Jalil Tuminanga ri Lakiyung. (1677-1709)
20. La Pareppa Tosappe Wali Sultan Ismail Tuminanga ri Somba Opu (1709-1711)
21. I Mappaurangi Sultan Sirajuddin Tuminang ri Pasi
22. I Manrabbia Sultan Najamuddin
23. I Mappaurangi Sultan Sirajuddin Tuminang ri Pasi. (Menjabat untuk kedua kalinya pada tahun 1735)
24. I Mallawagau Sultan Abdul Chair (1735-1742)
25. I Mappibabasa Sultan Abdul Kudus (1742-1753)
26. Amas Madina Batara Gowa (diasingkan oleh Belanda ke Sri Lanka) (1747-1795)
27. I Mallisujawa Daeng Riboko Arungmampu Tuminanga ri Tompobalang (1767-1769)
28. I Temmassongeng Karaeng Katanka Sultan Zainuddin Tuminanga ri Mattanging (1770-1778)
29. I Manawari Karaeng Bontolangkasa (1778-1810)
30. I Mappatunru / I Mangijarang Karaeng Lembang Parang Tuminang ri Katangka (1816-1825)
31. La Oddanriu Karaeng Katangka Tuminanga ri Suangga (1825-1826)
32. I Kumala Karaeng Lembang Parang Sultan Abdul Kadir Moh Aidid Tuminanga ri Kakuasanna (1826 – wafat 30 Januari 1893)
33. I Malingkaan Daeng Nyonri Karaeng Katangka Sultan Idris Tuminanga ri Kalabbiranna (1893- wafat 18 Mei 1895)
34. I Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembangparang Sultan Husain Tuminang ri Bundu’na
Memerintah sejak tanggal 18 Mei 1895, dimahkotai di Makassar pada tanggal 5 Desember 1895. Ia melakukan perlawanan terhadap Hindia Belanda pada tanggal 19 Oktober 1905 dan diberhentikan dengan paksa oleh Hindia Belanda pada 13 April 1906. Ia meninggal akibat jatuh di Bundukma, dekat Enrekang pada tanggal 25 Desember 1906.[2]
35. I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bonto Nompo Sultan Muhammad Tahur Muhibuddin Tuminanga ri Sungguminasa (1936-1946)
36. Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin (1956-1960) merupakan Raja Gowa terakhir, meninggal di Jongaya pada tahun 1978.[2]
Sumber Wikipedia






emza abdillah berkata
salam kenal,
saya merupakan keturunan bugis yang berada di Kaltim, mungkin saya sudah masuk generasi ke empat dari nenek moyang saya yang datang ke bumi kaltim ini (La Basso-La Saleng-La Panyompa-Saya;Muhammad Zainuddin).
sampai saat ini saya masih menyimpan 2 bilah keris (sepokal dan lamba) dari pihak kakek dan nenek saya dan sebuah mata tombak, yang menurut ayah saya dibawa dari sulawesi.
ini sebuah bukti bahwa orang bugis pelaut sejati…
mangngasseng dg labbang berkata
jika memang benar saudara menyimpan pusaka dr tanah makassar bugis ini saatx saudara mengembalikan,,,,pusaka tersebut guna pelestarian benda pusaka.
syifa nw berkata
kalau boleh tau alamat dan tempat tingal tuan ada di mana
syifa nw berkata
bisakah tuan balas kiriman saya lewat email saya
maya.truna@gmail.com
gea berkata
daeng z mau tax.g mana asal usul mitos taumanurung karaeng bainea.apa betul beliau turun dari langit…..??????
Suwandy berkata
Buat Muhammad Zainuddin : kalau boleh tahu Asal kakek Buyut saudara di sulsel itupersisnya di mana ?? karena Saudara Kakek buyut saya Yang bernama I Baso Daeng pole meninggalkan Gowa Menuju ke Kalimantan dan sampai sekarang beliau tidak pernah kembali Ke Tanah Makassar.
asikin berkata
salam saya ingin tau macam mana caranya saya bole berhubung dengan ahli keturunan keluarga saya yng berada di marus,sy cucu kepada andi basso celak mata.
Amirullah Daeng Sibali berkata
baru tau, gowa bugis juga ya…???
^_^
gea berkata
gowa dan bugis itu berbeda……..
Amirullah Daeng Sibali berkata
ia, saya tau ji cuma ini yang punya blog tabai garring piti. makanya saya bertanya bela karena saya orang gowa juga
muink berkata
salam hangat…!.minta tlng saya ingin tau kisah dato Ramma di sanrobone.
fira berkata
as.saya keturunan karaeng yg tinggal di palu. sy mau tanya knapa perempuan keturuna karaeng tdk bisa menikah dgn org lain (saiyet)
shafri berkata
karna masalah derajat ?
ryan berkata
tumanurung bukanlah seorang yang turun dari kayangan(langit) tapi tumanurung adalah manusia biasa yang di kehendaki TYME dan di beri petunjuk untuk menbawa kebenaran tidak lazimnya dia adalah seprang utusan…
puput berkata
slm hangt.. mnta tlg sy ingin tau kish tuanta salamaka
Muh.Syukri Basri berkata
Tomanurung,menurut pengertian islam adalah Wali-wali Allah yang di beri amanat untuk membimbing kaum-kaum yang tertinggal peradabannya.Wali-wali
Allah tersebut tidak di ketahui kecuali oleh orang-orang yang di beri ilmu atas izin Allah.
Mohammad Mawardi berkata
Ass. Wr. Wbb. Salam Kenal
Saat ini saya berada di Bima NTB, saya adalah keturunan ke 3 dari Gowa Sulawesi Selatan, Kakek kami adalah Muhammad Tahir Daeng Parani Putra pertama dari Usman Umar Kumala keduanya di makamkan di Bima, sedangkan salah satu saudara Kakek bernama Ibrahim Sanjaya di makamkan di Makassar. Buyut kami Usman Umar Kumala bersaudara dengan Sahera Kumala meninggal di Makassar dan Bisse Kumala meningga di Semarang, Sayang silsiah keluarga berupa Lontara yg di bawa dari Makassar saat ini telah hilang yg tersisa adalah foto Ibrahim Sanjaya dan Abdul Kadir, konon menurut cerita orang tua nama kakek kami dan sepupunya diabadikan sebagai nama jalan di sekitar Benteng Somba Opu yaitu JALAN ABDUL KADIR dan JALAN MUHAMMAD TAHIR mohon informasinya kalo ada yg tahu.
dg makkuling berkata
tabe,saya mau bertanya sama org yg mengerti betul silsilah dari kerajaan gowa.apa pernah ada seorang putra mahkota di asingkan ke selayar karna kenakalannya yg konon terdampar di kerajaan putabangung???sampai suatu pihak istana mengutus kembali seorang kerabatnya untuk mencari beliau di daerah putabangung??kalo tidak salah dia di juluki tussuraiya krn mempunyai tatto allah di dadanya.
I Daengta Maloasa Karaeng Manjakkalak berkata
saran buat generasi makassar khususnya GOWA… belajar menjadi orang pintar, menjadi penulis, supaya diri dan budaya kita tdk ditulis oleh orang lain.. apalagi bugis kerjanya cuma mau debat masalah budaya, mungkin karena cemburu ama orang makassar yg telah mencapai kejayaan yg gemilang
bagaimana tdk cemburu dan dendam..
makassar punya KOTA
makassar punya perahu PHINISI
makassar punya dan pembuat lontara
makassar punya baju khas,, baju bodo,,passapu
makassar punya power dan pengaruh di KTI bahkan kemanca negara..
makassar punya pahlawan dan pembela islam SULTAN HASANUDDIN..ayam jantan dari timur
makassar punya imperium kekuasaan di KTI
MAKASSAR berkuasa di malaysia TUN ABDUL RAZAK
makassar punya ammatoa kajang..
makassar punya makanan khas yg me- Nasional macam coto dkk
MAKASSAR TIDAK KALAH DGN JAKARTA DAN JAWA……
makassar kompak menggunakan GELAR DAENG bukti kesetaraan dlm masyarakat makassar. konon di ceritakan bahwa semua orang gowa dan sekitarnay adalah keturunan pejuang dan bangsawan, maka lahirlah konsep DAENG. buktinya setinggi-tinggi pangkat sombaya ri gowa tetap tonji di panggil DAENG dan serendah-rendahnya strata di masyarakt makassar tetap tonji di panggil DAENG. DAENG nama resmi. bukan hanya panggilan biasa.
ini sejalan dgn cerita yg mengatakan bahwa gelar DAENG(artinya kakak=orang makassar kakaknya orang bugis) bemula ketika pihak kerajaan mau membedakan gelar raja/pejuang GOWA dan keturunannya dgn keturunan raja BUGIS. maka lahir lah penamaan ANDI(adik=bugis adalah adik orang makassar) bagi bugis
makassar daeng(kakak)
bugis andi (adik)
semoga bermanfaat…
putra berkata
Salam wa tabe pd smua generasi goa..maaf sbelumnya…sy ini ingin btanya tentang asal usul karaeng kerana datuk sy adalah org yg t’akhir mgunakan gelaran itu…dan smenjak ayah sy hijrah k malaysia suda tidak mgunakn gelaran karaeng sedang ayah sy adalah seorang karaeng yg b’asal dari goa…mohon pencerahan drpd smua sahabat…syukran
herry rachman berkata
RAJA GOA KE-19
MALINGKAI DAENG NYONDRIK
( KARAENG TALA KIUNG )
I Mappadulu Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Jalil Tuminanga ri Lakiyung.
(1677-1709)
● MAKKU TA’NANG (KARAENG ITUNG) ♥ RUGAYA DAENG RANNU
● Toa Daeng Ne Ondang ● Daeng Nyambe ● Toa Kolu ● Pa’rapung Daeng Liwang
♥ Toa Ja’ima
♥ Madania Daeng Labbi Nio ● Kawwa Daeng Sarro ♥ Toa Sa’ddia ♥ Toa Halima ● Tata Colle ● Tata Akka (Yunus Ondang)
● Makallu daeng Malurru ♥ Rohaya
● Juma
● Pandek
● Bela ● Udhin ♥ Nursiah
♥ Nursani
● Sabang ● Mambak ● Musa
♥ Sangkalak ♥ Rukiah ♥ Nurjannah ● Abd Rachman Thalassa
♥ Tarring ● Rachim ● Itung ♥ Nurhadiah Yhanti mala
♥ Hasniah ♥ Nursamsiah Herleny.R
● Mahmud ● Muchtar (Nanang) ● Heryansyah ( Herry Rachman )
● Anwar ● Mustafa Herwina.R
● Yacob ♥ Nurbaya
● : Pria
♥ : Wanita
saya lahir dijakarta nenekku Karaeng ondang rachman….dimakassar dapat silsilah seperti ini, apakah ini benar ,saya ke makam raja2 gowa tapi tidak bertemu makamnya mohon informasi.