www.PortalBugis.Com

"Catatan Bugis Di Rantau & Budayanya"

Bugis Madagascar

Madagascar dengan ibukotanya Antananarivo dengan populasi 18,6 juta jiwa kita kenal sebagai sebuah negeri bekas koloni Perancis, yang berdaulat pada tahun 1947 atau lebih tepat kita katakan sebuah Kemerdekaan Hadiah, bukan sebuah kemenangan revolusi.

Tetapi dalam proses/perjalanan konstitusi dan referendum Negara baru secara penuh ditetapkan tanggal 26 Juni 1960 sebagai Hari Kemerdekaan Madagascar. Nama Antananarivo sendiri bermakna TANAH 1000 pejuang, terukir melalui relief di gedung museum sejarah mereka ada 1000 pejuang yang tewas ketika mempertahankan kota dalam memperjuangkan kemerdekaan yang mereka tuntut pada masa itu.

Negeri yang dalam cerita lama lebih kita kenal melalui film RIN TINTIN cerita seekor anjing yang pintar (pada zaman TV masih B&W) sebagai pulau buangan para hukuman dengan luas pantainya sebesar 5000 km, cukup terkenal dengan kekayaan alamnya berupa batu permata, minyak-bumi, uranium.

Dari sinilah para pedagang dunia dari Eropa, Thailand, China, Sri-lanka, Malaysia dan Indonesia mengambil batu mulia sejenis Syafir Ruby & Emerald serta fosil kerang panca-warna berusia jutaan tahun yang bagi masyarakat China Hongkong rela membayar mahal dan selalu dikantongi sebagai pembawa rezeki & keberuntungan.

Sejarah mengukir pada zaman abad ke VII SM, Madagascar menjadi pulau tujuan dan persinggahan bahari nenek moyang pelaut Indonesia selain wilayah pesisir yang dihuni oleh kaum kulit hitam yang tidak jelas asal usulnya, sebagian menyebutnya dari Mozambique, sebuah pulau yang hanya terpisah sejarak benang tipis saja.

Inilah awal sejarah mengapa orang Madagascar lebih senang disebut bangsa Malagassy daripada bangsa Africa. Memang kalau kita melihat mereka tidak ada bedanya dengan orang Indonesia, warna kulit yang sawo matang, rambut yang ikal (tidak ngerungkel) seperti Africa pada umumnya dan postur badan Indonesia yang sedang-sedang saja dengan sorot mata khas Indonesia yang aduhai friendly.

Anda bisa lihat photo President Madagascar Marc Ravalomanana sama persis postur & bentuk wajahnya dengan orang Indonesia pada umumnya.

Siapa Marc, yang dalam kepiawaiannya digelanggang politik melalui pemilu 2002, Marc berkiblat dibawah panji Amerika yang memberi dukungan penuh ketika mengambil-alih kekuasaan sosialis dari penguasa lama, dan dia membawa perubahan demokrasi secara perlahan serta pemikiran yang maju untuk mencerdaskan rakyatnya. Dibawah kebijakannya pula dalam 10 tahun terakhir ini Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran bahasa wajib dalam kurikulum pendidikan.

Secara resmi ada 2 bahasa official, bahasa Perancis mereka pakai sebagai bahasa kedua dan bahasa nasional mereka disebut Bahasa Merina dengan dialek Malagasy (campuran bahasa Melayu Indonesia). Awalnya Marc hanyalah seorang pengusaha trading/distribution consumer goods yang mengawali karirnya sebagai Walikota Tananarive dan sampai detik ini gurita bisnis sang presiden mulai mendominasi pangsa pasar consumer goods dari hulu sampai hilir.

Kembali kita ke awal cerita …
Dan memang dalam catatan sejarah Madagascar, mereka mengakui bahwa para leluhur mereka memang datang dari kepulauan Indonesia (Indonesia Timur dan Pulau Jawa). Sejarah ini juga tertulis di KBRI kita di Antananarivo.

Kalau melihat sejarah kelautan Madagascar dengan kehidupan budaya nelayannya ada dugaan suku BUGIS atau Makasar dan suku JAWA yang pertama menemukan kepulauan ini pada abad ke VII SM tersebut.

Kata Makasar dipakai untuk sebutan bagi para seniman, pelukis dan pemahat – juru photo. Penulis belum menemukan apakah kata Madagascar berasal dari kata Makasar yang kemudian berubah karena pengaruh bahasa koloni Perancis. Dari sisi bahasa bisa pula ditelusuri banyak ditemukan kosa kata indonesia dan dialek daerah yang sama seperti (Joko/Jaka Rondo/janda-mambunuh-murah-salam-manjahit-minakan = dibaca makan-tai (maaf)=tai, bolo=dibaca bulu dll) untuk bilangan hitungan sama dengan bahasa jawa > Sidji – Loro – Telu – opat – limo dan seterusnya.

Berkaitan dengan bahasa ini, seorang Missionaris WNI dari Vatican Imprimerie Chatolic Romo Dosmen D. Marbun, telah menerbitkan sebuah buku percakapan pada 2006 lalu yang diakui KBRI & Kementerian Pendidikan & Budaya Madagascar, sebagai pembuktian Sejarah & Budaya. Bahwa Indonesia & Madagascar memang terkait erat, hubungan ini sampai saat ini terus berkesinabungan melalui pentas budaya, pendidikan beasiswa D1-S1 dan S2 yang tersebar di PTN di Jawa & SESKO AD.

Tercatat juga ada 2 Jendral dari Angkatan Bersenjata Madagascar yang merupakan Alumni Sesko-AD, Bandung dan 1 orang scholar Master di bidang agama Islam yang saat ini bekerja sebagai staff local di KBRI Antananarivo.

Dalam perjalanannya, KBRI kita juga membuka kursus Bahasa Indonesia dengan biaya relative murah dan cukup diminati generasi muda Malagasy. Kursus ini dibina dengan sangat baik oleh Drs. Adi Roagaswara, seorang alumni dari Universitas Pakuan Bogor. Uniknya di Mada (Maksudnya: Madagascar) berlaku 2 pemisahan asal, kita bisa melihat sebuah kondisi adanya 2 kasta yang berbeda, untuk Malagasy keturunan Indonesia dengan warna kulit yang sawo matang mereka sebut dirinya orang Tananarive (orang Kota), sedangkan orang Malagasy hitam dari keturunan Africa disebut orang pantai.

Dan untuk di pemerintahan pada umumnya didominasi orang Tananarive, orang pesisir pada umumnya banyak yang bekerja sebagai pedagang/kuli kasar dan comunitas mereka dalam catur pemerintahan/politik selalu di nomor-dua-kan oleh kaum berkuasa orang Tananarive.

Kesenjangan social memang cukup terlihat antara kaum Tananarive dan kaum pesisir. Sebuah celah dan potensi mudahnya membakar mereka yang dimanfaatkan oleh para pemain/konseptor catur politik dunia “AMERIKA“ karena kesenjangan inilah orang pantai membentuk aliansi politik sebagai partai oposisi.

Adalagi yang menarik dari orang Malagasy, banyak diantara orang Tananarive yang menikah dengan orang perancis dan keturunan mereka disebut Malagasy Methys, wajahnya sangat rupawan menawan dan umumnya diantara mereka banyak yang sukses dalam karir Business & Politik.

Namun demikian Madagascar masih tercatat dalam urutan ke-25 sebagai negara termiskin se-Africa yang beresiko tinggi untuk menjalin mitra business bagi investasi asing (Data survey 2005 African News).

DIEGO SUAREZ & SAINTE MARIE, adalah 2 pulau wisata yang sangat indah dan menawan atau dikenal juga dikalangan masyarakat Eropa sebagai pulau BALI-nya Madagascar.

Kedua pulau ini memberikan kontribusi bagi devisa negara dari kunjungan wisatawan dari manca negara … untuk sampai kesana via udara + – 1jam perjalanan atau 10 jam perjalanan via darat dari Antananarivo atau tepatnya kota wisata ini berada 3 jam perjalanan darat via Tamatave.

Jika kita berkunjung ke Diego Suarez ada pemandangan yang terasa janggal bagi kita dimana mana kita akan melihat PRIA TUA ber-usia 40 s/d 50 tahunan yang bergandengan tangan dengan dara dara muda belia seusia 15 tahunan … sesungguhnya mereka adalah pasangan suami istri .

Disini ada tradisi yang sudah mengakar para lelakinya selalu kawin dalam usia tua dengan gadis gadis muda yang masih begitu ranum & mengkal (emangnya mangga muda eeehhh).

Memang ada Alkisahnya kata yang empunya cerita … bahwa para pria di Diego Suarez termakan oleh kutukan para leluhurnya (di Mada kepercayaan Animisme/traditional masih mendominasi 50 % dari kepercayaan yang ada/Islam hanya 10 % dan 40% Kristen & Katolik ) dan sampai saat ini kehidupan SEX bebas masih menjadi tradisi umum yang dianggap sebagai hal biasa biasa saja dan kondisi ini jugalah yang menyebabkan AIDS tumbuh laksana jamur, adalah hal yang biasa anak dara seusia 12 tahunan sudah bukan perawan lagi.

Sementara untuk di SAINTE MARIE sendiri … dalam setiap bulan Sept s/d Des selalu dikunjungi wisatawan, ada yang unik disini… kalau di Indonesia kita tidak diperbolehkan untuk melihat ORANG KAWIN yang sedang berhubungan intim, maka di Saint Marie kita bisa melihat banyak IKAN PAUS yang sedang bercinta di dalam air (tanpa busana lagi eeehhh) jadi setiap 3 bulan dalam setahun ikan paus memasuki perairan Saint Marie untuk melakukan prosesi KAWIN MASSAL sesama paus betina, dan adegan ini bisa disaksikan para wisatawan dalam jarak 50 meter dari atas palka kapal wisata mungkin ada rasa malu diantara mereka kalau mereka kawin kita saksikan dalam jarak yang terlalu dekat, budaya paus-kawin ini tidak memerlukan tuan Kadhi eeehhh, cukup kesaksian para penonton.

Mempelajari kebiasan mereka (Ikan Paus-Kawin) yang selalu mudik untuk kawin ke Sainte Marie mungkin bagi mereka perairan ini begitu indahnya laksana sebuah peraduan pelaminan pengantin baru para selebritis.

Disini juga ada sebuah Hotel Terapung yang berada ditengah danau dangkal dan jika kita menginap disana kita harus berjalan di air sedalam 30 s/d 50 cm sembari menjunjung kopor , jadi bisa dibayangkan juga seandainya ada Tsunami disana bisa bisa kita terbawa harus kembali ke Ancol …siapa tauuuuuuuu. (ketika terjadi Tsunami di Indonesia, Madagascar tepatnya di Tamatave juga mengalami hal yang sama tetapi hanya tercatat beberapa orang saja korban dari kaum nelayan).

Bagi wisatawan yang berkantong tipis ada alternatif lain untuk menginap ditempat yang relatif lebih terjangkau seperti menginap di pondok pinggir pantai dibelahan sudut lain Sainte Marie yang disekeliling nya bertumbuhan pohon kelapa dan kalau lagi apes bisa bisa ketimpa buah kelapa tua yang jatuh diatap pondok penginapan . Tidaklah mengherankan setiap wisatawan yang datang dan menginap di pondok yang disampingnya ada pohon kelapa, sang receptionist selalu mengingatkan ketika ketika bercinta, jangan membuat gempa terlalu kuat agar kelapanya tidak jatuh berguguran (eeehhh ada ada aja mas.. ayoooo mas, siapa yang pingin bermain main dibawah pohon kelapa?).

Pernah pula sebuah kejadian lucu saya alami, dimana kebetulan hobby saya bercocok tanam bunga dan saya meminta pembantu saya waktu itu yang notabene masih anak dara tersebut untuk menanamnya, saya katakan: “tolong tanamkan bibit ini…” Dia pun mengerjakannya sambil tersipu-sipu malu, saya antara bingung dan ingin tau ada apa rupanya, akhirnya dia jelaskan kalau pengertian “BIBIT” adalah sebutan buat “PUSAKA” warisan ayah.

Jadi anda bisa bayangkan kalaulah ada Diplomat Indonesia yang bertugas di KBRI Madagascar dengan nama BIBIT JOKO WALUYO maka pasti orang tersebut akan menjadi sumber lelucon bagi orang Malagassy. (Bibit = kemaluan lelaki + Joko = jejaka ) alahhhhhhhh mak…!

Di lain kisah …. anda pasti mengenal Nirina Zubir sang presenter & artis yang lagi meroket saat ini menuju jenjang DIPA Indonesia.

Bagi Nirina Zubir, kota Antananarivo tidak akan pernah terlupakan, karena disinilah dia dilahirkan, ketika ayahnya bertugas sebagai Diplomat KBRI Madagascar. Nirina sendiri bermakna: Putri Cantik Pemalu.

Dari temuan literatur sejarah Bahari ada sekelumit noktah indah yang berharga bahwa :

Untuk mengenang sejarah Samudra Bahari Indonesia yang telah diukir para leluhur kita para PELAUT muda Indonesia melakukan Napak Tilas Samudra dari Indonesia ke Madagascar dengan perahu layar :

1. Ekspedisi kapal layar SARIMANOK pada tahun 1985
2. Ekspedisi kapal layar AMANAGAPPA pada tahun 1991
3. Ekspedisi kapal layar SAMUDERA RAKSA BOROBUDUR pada tahun 2003

Anda bisa bayangkan Napak Tilas Samudera hanya dengan perahu layar sebuah perjalanan membosankan & melelahkan dengan resiko tinggi. Memang Tuhan melindungi perjalanan ini terukir sukses sesuai harapan para pelaut kita. Untuk Ekspedisi ke-3 Samudera Raksa Borobudur ini disambut langsung oleh Dubes Indonesia & President Marc Ravalomanana beserta Menteri Kebudayaan Republik Madagascar sebagai suatu kehormatan.

Kalau di Indonesia kita memiliki sebuah Pohon Nasional “Beringin“ yang dulu kita kenal sebagai sebuah symbol Partai Sangat Berkuasa demikian juga bagi suku Mayan di Guatemala yang sangat memuja pohon nasional mereka “Ceiba Tree“ maka rakyat Madagascar juga memiliki Pohon Nasional yang mereka lindungi “Bao Bao“ pohon ini sejenis palm bisa tumbuh dan bertahan puluhan tahun bentuknya menjulang tinggi dengan ranting & daun yang sedikit…cukup unik. Dan jangan heran berbagai jenis bunga yang popular di Indonesia dengan harga puluhan juta rupiah banyak berserak dipinggir jalan pegunungan batu Madagascar disepanjang jalan menuju Tamatave (Saya hanya bisa tertawa getir menyaksikan istri membayar mahal satu pot bunga gelombang cinta) yang di Mada sendiri terlihat tumbuh liar dipinggir jalan.

Ada satu jenis lagi sebuah pohon hias dengan duri dan getah putih yang banyak cukup popular di Jakarta, padahal pohon ini di Mada ditanam didepan pagar yang diyakini mereka sebagai penangkal setan & guna-guna.

Demikianlah sekelumit cerita dari saya sebagai santapan mata anda dikala senggang dan mohon maaf jika ada torehan pena yang salah. Karena memang dituntaskan dari sebuah komputer Pentium III-tua yang sudah usang. Salam setepak sirih sejuta pesan – dari Bumi Kinshasa Congo : Erfan Ahmad Piliang.

Sumber: Pralangga.Org

34 Tanggapan to “Bugis Madagascar”

  1. berarti madagaskar saudara kita juga donk!!!

  2. rizal said

    wiih,asli keren…
    critain pengalaman yg lain’a dunkz..
    saya cukup terhibur dgn crita ini..

  3. Rachel said

    Wah menarik.kalo boleh cantumin besarnya jumlah biaya liburan ke madagaskar juga donk.dr hrga tkt pesawat,airlines nya,biaya hidup n hotel,n mata uang yg digunakan dsna apa. Saya tertarik bgt holiday ksna..thank u b4

  4. anwar said

    anggotae pae” ari madagaskar

  5. Toto Soulo said

    Ah yang benar aja lah .. masak bahasa madagascar mirip jawa ? hehehe .. ngarang tuh ..
    Yang benar bahasa madagascar paling berkerabat dengan bahasa orang dayak maanyan di barito.

    http://en.m.wikipedia.org/wiki/Madagascar?wasRedirected=true

    .
    O ya patung2 kuno di madagaskar lebih mirip dengan patung2 batak lho .. juga mirip ama patung2 dayak dan toraja ..
    Kalo ama jawa dan bugis .. kayanya nggak tuh .. beda banget !!

    • dildaar80 said

      Sah-sah saja berpendapat. Khan masing-masing ada argumentasi dan datanya.

      Kalau pendpt sy ialah baik jawa, dayak dan bugis kalau memang ada data dan sejarahnya boleh2 saja bahwa itu asal penduduk madagaskar.

      • dildaar80 said

        Most archaeologists estimate that the earliest settlers arrived in outrigger canoes from southern Borneo between 200 BCE and 500 CE, making Madagascar one of the last major landmasses on Earth to be settled by people.[26]

        Upon arrival, early settlers practiced tavy (swidden, slash-and-burn agriculture) to clear the virgin coastal rainforests for the cultivation of their crops.[27]

        The first settlers encountered Madagascar’s wealth of megafauna, including giant lemurs, elephant birds, giant fossa and the Malagasy hippopotamus, which have since become extinct due to hunting and habitat destruction.[28]

        By 600 CE groups of these early settlers had moved inland and began clearing the forests of the central Highlands. Irrigated rice paddies emerged in highland Betsileo country by 1600 and were complemented with terraced paddies throughout Imerina a century later.[29]

        Zebu were introduced around 1000 CE by Bantu-speaking East African migrants who maintained large herds. The rising intensity of land cultivation and the ever-increasing demand for zebu pasturage in the central highlands had largely transformed the region from a forest ecosystem to barren grassland by the 17th century.[30]

  6. arif said

    yuk..
    kesana
    lage…

  7. Ancu said

    wow,,,trnya my family trdmpr disono,,,,,,,
    msi knl g” ych ma saya….
    btw keren buanget artikelx …….trutama bwt orng bugs yg ingin bnyk tw tentang keadaan rumpung suku mereka
    THANK u makasih,,,,!!!

  8. insomnia said

    is true toto soulo

  9. padly mzk said

    artikeL Yg Menarik Saya suka,
    aku Orang BUGIS asli,tpi blum sangat tau tentang BUGIS
    HeHeHeHeHe……………

  10. Inne Wijaya said

    Penduduk Madagaskar Berasal Dari Dayak Kalimantan ?
    Orang-orang Malagasy yang menghuni Madagaskar ternyata membawa gen nenek moyangnya dari Afrika Timur yang berdekatan, serta dari Kalimantan yang jaraknya jauh. Hal ini menimbulkan dugaan adanya migrasi besar-besaran dari Asia kembali ke Afrika sekitar 2.000 tahun lalu.

    Menurut penelitian genetis yang dilakukan para peneliti Inggris, temuan ini cocok dengan kenyataan bahwa bahasa Malagasy memiliki dialek yang lebih mirip dengan dialek orang-orang Indonesia dibanding lidah orang Afrika. Meski begitu, masih menjadi pertanyaan bagaimana orang-orang Dayak bisa datang ke Madagaskar.

    Pertanyaan ini wajar mengingat Madagaskar – sebuah pulau besar di Samudra Hindia – berjarak 6.400 kilometer dari Indonesia, sementara dari pantai Afrika, ia hanya terpisah 400 kilometer.

    Isolasi alam terhadap Madagaskar telah membuat hewan-hewan di sana berevolusi secara unik, sehingga banyak hewan yang tidak dijumpai di tempat lain, seperti lemur dan burung-burung langka.

    Adapun mengenai darah Dayak dalam penduduk Malagasy, para peneliti genetik dari universitas Cambridge, Oxford dan Leicester, mendapatkannya setelah mereka meneliti kromosom-kromosom Y pada penduduk Madagaskar yang diturunkan tanpa perubahan dari ayah ke anak. Mereka juga meneliti mitochondrial DNA, yang diturunkan langsung dari ibu ke anak-anaknya.

    Sedikitnya mutasi pada dua bentuk DNA tersebut memberikan semacam petunjuk genetik yang bisa dipakai para ilmuwan untuk melacak migrasi mereka serta garis-garis keturunannya. Hasilnya sungguh di luar dugaan, karena penduduk Malagasy ternyata memiliki gen serupa dengan yang ditemukan pada orang-orang Dayak.

    “Ini didukung dengan kemiripan dialek mereka. Bahasa asli yang dipakai orang-orang Malagasy di Madagaskar mirip seperti bahasa Dayak Maanyan yang dipakai di Kalimantan bagian selatan,” kata Matthew Hurles, dari Wellcome Trust Sanger Institute at Cambridge, yang ikut serta dalam penelitian.

    “Penduduk Malagasy sendiri secara umum merupakan campuran dua kelompok nenek moyang, yakni orang Indonesia dan Afrika Timur,” lanjutnya. “Nenek moyang ini telah membaur selama berabad-abad, sehingga penduduk Madagaskar saat ini memiliki darah Indonesia dan Afrika.”

    Penemuan di atas juga menimbulkan dugaan adanya migrasi besar dari Asia tenggara ke Afrika antara 1.500 hingga 2.000 tahun lalu, ungkap para peneliti dalam tulisan di American Journal of Human Genetics. (Rtr/wsn)

    • nyahu.... said

      dayak lagi…dayak lagi….
      biar lebih keliatan eksis…
      biar keliatan lebih tua budayanya
      pakai justifikasi ilmuwan..
      sok pakai bule biar keliatan pinter…
      yah itulah namanya ngarang..ngarang..pir
      dari luar negeri lagi….
      jadi…sudah ngebet pengen ngetop yahhhhh

      • nisa nisaa said

        saya baru saja mengikuti kuliah tamu mengenai sejarah malagasy. pembicaranya seorang pneliti rusia, dan beliau menjelaskan memang mendapat pengaruh dari dayak maanyan. dari segi bahasa dan budaya

    • tonie said

      Kok anda tidak senang dengan Dayak. Bukankah itu hasil penelitian? Bukti Bukti jelas bukan asal ngomong. Anda kelihatan sekali mau merubah bukti sejarah dan mau mengambil alih peran dengan mengatakan”orang Madagaskar adalah orang Jawa” taik kucing. Orang Jawa di Suriname itu kuli, budak bukan merantau dengan bebas dan merdeka seperti ketika Dayak menguasai Madagaskar. Iri sekali anda ketika mendengar arah Dayak pada orang Madagaskar? Makanya jangan membuat buku seenak udelmu membahas bahwa Majapahitlah yang hebat dan sebagainya. Bahas dulu secara mendalam Kutai, Nan Sarunai, bagaimana kedua kerajaan di Kalimantan itu memberi pengaruh kepada Jawa, jangan tiba tiba muncul Majapahit dan kisahnya dibesar besarin seakan akan JAwa menguasai nusantara. Sampai sekarang saya tidak pernah mengakui Majapahit sebagai kerajaan yang menguasai atau menaklukkan Kalimantan, justeru sebaliknya berabad abad kerajaan di Kalimantan seperti KUtai dan NanSarunailah yang memberi pengaruh kepada Jawa dan Bali.

  11. Jauhari said

    memang benar bahwa bangsa nusantara telah lama datang ke madagaskar. DAN…LOGIKA SAYA SANGAT menerima ” jika Mayoritas Bangsa nusantara yang datang ke madagaskar itu adalah BANGSA DAYAK khususnya Dayak Ma’anyan. Dari bahasanya sangat jelas dimana mayoritas merupakan bahasa Dayak Ma’anyan Kuno ( yang belum bercampur istilah serapan dari sanskerta dan arab ).

    Misal Saya Orang jawa yang hanya bisa berbahasa Jawa, ketika saya dan sebagian kecil kelompok pelaut jawa, datang ke daerah yang bukan berbahasa Jawa apakah saya akan tetap berbahasa Jawa?
    MAU TIDAK MAU SAYA AKAN MENGIKUTI BAHASA ORANG MAYORITAS DI DAERAH ITU,
    meskipun pada akhirnya keturunan saya setelah berasimilasi dengan penduduk lokal akan tetap menggunakan sebagian kecil istilah asli dari bahasa saya yaitu istilah-istilah dalam bahasa Jawa, yang tentunya akan memperkaya istilah dalam bahasa penduduk lokal.
    Jadi…demikian jugalah apa yang terjadi pada orang Dayak Malagasy….yakni sangat logis sekali….jika orang malagasy tersebut adalah para keturunan pelaut Dayak Ma’anyan di masa lampau yang bercampur dengan sedikit pelaut dari suku nusantara lainnya ( Jawa, Bugis, dan Melayu ).

    Yang harus Kita fahami adalah…logika orang Indonesia masa kini PASTI SULIT UNTUK MENERIMA KENYATAAN INI dalam PIKIRAN MEREKA ” BAGAIMANA MUNGKIN ORANG DAYAK YANG MAYORITAS TINGGAL DI PEDALAMAN BISA SAMPAI DI MADAGASKAR? ” Tentu ini adalah pertanyaan idiot yang tetap akan bernilai idiot jika mereka menutup diri akan sejarah Orang Dayak.

    ORANG DAYAK sebelum agama Islam datang ke nusantara, juga adalah Bangsa pelaut / Bahari dan berkebudayaan Maritim yang juga selalu berhubungan dengan suku-suku lain di nusantara ini, misal hubungannya dengan jawa dapat dilihat pada relief candi borobudur adanya ” orang bercawat pake sumpit” serta adanya relief rumah panggung yang mirif dengan rumah betang (rumah panjang) Dayak Ma’anyan.

    Namun sejak kedatangan islam banyak dari mereka (Dayak) yang memilih masuk ke pedalaman, untuk mempertahankan Adat budaya aslinya. sementara orang Dayak yang menerima Islam kebanyakan tetap tinggal di pesisir pantai, dan mengadopsi adat budaya dan bahasa para pendahwah Islam ( orang melayu ).

    SO…KESIMPULAN…..MAYORITAS PENDUDUK MALAGASY ADALAH KETURUNAN DAYAK MA’ANYAN…..DAN TERDAPAT SEDIKIT PERCAMPURAN DARAH DENGAN PELAUT DARI SUKU…JAWA…SUKU BUGIS DAN SUKU DARI RAS MELAYU LAINNYA.

  12. Andi said

    Lebih bagus lagi kalo diinfokan cara menuju kesana dan akomodasinya. Saya punya teman disana, mengajak ke sana.. biasa.. cari tanaman langka :D

  13. iyan mgrand said

    jd pengen kesana kali dapat jodoh orang sana

  14. iyan mgrand said

    jd pengen kesana kali dpt jodoh

  15. Armen said

    Saya dari Suku Dayak Ma’anyan karena penasaran, saya pernah mencari informasi melalui kamus bahasa madagaskar untuk mempelajarinya….dan memang benar banyak sekali persamaan kata yang ada antara bahasa madagaskar dengan bahasa yang kami (Dayak ma’anyan) gunakan sampai saat ini….saya kira apabila saya bertemu orang madagaskar akan sangat mudah bagi kami untuk saling berkomunikasi….

    • bugis siak said

      pada prinsipnya bahasa dayak itu adalah bahasa melayu autronesia banyak keserupaan budaya dayak itu terpatri pada budaya melayu tua di sumatra dan persis cuma di sumatra ini akulturasi budaya budha hindu dan islam sangat kuat..dan pula bagi orang pedalaman tidak mengalami akultyrasi atau sedikit mengalami akulturasi maka ia masih bertahan….rumah2 dayak juga mirip dengan rumah melayu atau bugis serta banjar..itu satu bukti…banyak bukti lain yg perlu di sebut..wajah2 dayak juga

  16. Bungai Narang said

    Saya mencoba mempelajari bahasa madagaskar, ternyata setelah saya membuka-buka kamusnya memang banyak persaaannya dengan bahasa yang kami (Dayak Ma’anyan) gunakan sampai saat ini…..kelihatannya tidak sulit bagi kami untuk berkomunikasi seandainya kami bisa mengunjungi madagaskar…..

  17. junio said

    Terima kasih artikelnya, Pak Erfan/Patrong. Sangat menarik dan perlu dilanjutkan dengan kajian yang lebih ilmiah. Nenek moyangku seorang pelaut, ternyata tak sekedar lagu, tapi menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa besar dalam bidang Maritim.

  18. rUDI said

    Aku bangga menjadi putra kalimantan berdayak banjar-dayak..semoga sejarah nasional tdk membutakan realita dari sejarah peradaban bangsa banjar dan dayak yg ternyata lebih maju daripada suku-suku lain sebelumnya dan sejarah sudah mulai membuktikan bhw GAJAH MADA berasal dari SUKU dayak kalimantan

    • estimate said

      Dalam sejarah memang belum ada kisah ekplisit yang menyebutkan Gjah Mada memerangi Kerajaan di Kalimantan dengan serbuan pasukannya, tidak ada kejelasan berkenaan dengan hal ini, tetapi kalau dengan kerajaan singosari, kerajaan sunda memang iya, Gajah Mada memerangi nya. Kalau dengan kerajaan di Kalimantan dia hanya menyebutkan sebelum ia menyatukan nusantara ia tidak akan makan buah pala. Itu hanya semacam janjinya yang akhirnya tidak kesampaian.
      Pertanyaannya mengapa Gajah Mada tidak menyerang dengan pasukan ke Kalimantan? Apakah itu berarti dia berasal dari Kalimantan? mengapa dia tahu Madagaskar dan mengapa dia ingin kesana? Apakah mungkin dia tahu di Madagaskar adalah orang Dayak Mayaan yang kemungkinan merupakan darah dari gajah Mada juga?
      Jika Gajah Mada orang Jawa tidak mungkin seorang tokoh yang begitu penting hilang dalam catatan sebuah buku Negarakertagama. Apakah si penulisnya lupa atau bodoh, atau sengaja menghilangkannya. Lalu apa tujuan si penulis menghilangkan catatan seorang tokoh yang begitu penting tersebut? Atau apakah Gajah Mada merupakan cerita bohong dari sebuah kerajaan bernama Majapahit? Atau Buku Kitab Negarakertagama yang bohong. Atau mungkin selain bohong para penulis sengaja mengada-adakan kisah tersebut dengan tujuan politis untuk menyatukan nusantara dibawah bayang-bayang Jawa oleh politik yang dinamakan Jawaisme. Idiologi Jawaisme ini berbahaya sama seperti idilogi Zionisme atau fasisme dan sebagainya. Tidak ada kata lain untuk meyebutkan hal ini selain “MARI LAWAN IDIOLOGI JAWAISME”

  19. andry kurniawan said

    pengetahuan plus bahasa yg ringan dan menghibur.Isinya berbobot…Makasih,kpn kisah suriname….hehhehehe…

  20. Armen said

    Ini sedikit info mengenai bilangan dalam bahasa madagaskar ; Eray, Roam, telu, efatra, dimim, enina, vito, walo,suey, volo….Jato……sedangkan dalam bahasa dayak ma’anya; Eray, Rueh, Telu, Epat, Dime, Enem, Pitu, Walu, Suiey, Sepulu….Jatuh…….dalam bahasa indonesia ; satu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh,delapan,sembilan,sepuluh…….seratus….. Silahkan dalam bahasa lain jika ada persamaan dengan bahasa madagaskar, kiranya dapat menambah wawasan bagi kita semua….

    • estimate said

      absolutely, bilangan Madagaskar sangat sama 99,99% hanya beda di bentuk penulisannya namun bunyinya sama persis. “Volo” sama dengan “Sepulu” yang bunyi akhir dari kata sepuluh hanya dipakai “pulu” nya saja dan kemudian ditulis sebagai “volo” namun pengertiannya sama. Luar biasa. memang Dayak is the best.
      Kenapa bahasa Jawa bilangannya juga sama? Nah disinilah letaknya Jawa tidak mau mengakui kehebatan suku lain. Bukti sudah menunjukkan bahwa kerajaan tertua di nusantara itu Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur sekarang. Kemudian ada lagi Kerajaan Nan Sarunai. Kedua kerajaan ini sangat tua umurnya. Mungkinkah sebuah kerajaan tua dengan umur berabad-abad tidak memberi pengaruh kepada dunia luar? sangatlah tidak mungkin. Beradab-abad jelas sekali suatu waktu yang tidak sedikit, dari sepanjang waktu itulah peradaban dikembangkan termasuklah pelayaran. Bagaimana mungkin Kerajaan Kutai yang dipengaruhi Hindu tidak mengembagkan dunia pelayaran? bagaimana hubungannya dengan Hindu jika demikian. Bukankah Hindu dikembangkan di India? Jadi jelas sekali bahwa di jaman itu telah terjadi hubungan pelayaran dengan Hindu di India oleh Kutai.
      Mengapa bilangan bahasa Jawa sama persis dengan bahasa Dayak? Jawabannya adalah karena Kutai dan Nan Sarunai memberi pengaruh kepada tanah Jawa beradab-abad yang silam. Sangat tidak mungkin sebuah kerajaan berdiam diri saja tidak mengembangkan dirinya atau memperluas jaringannya ke wilayah lain. Jawa, Bali dan Sumatera serta Sulawesi merupakan wilayah yang lebih mudah dijangkau oleh oleh pelayaran di jaman itu. Lha mengapa Bugis menjadi pelaut yang ulung, itu karena pengaruh Kutai dulu dan terus dikembangkan.
      Jika Kutai tidak memberi pengaruh kepada Jawa, mengapa Kertanegara menyerang Kutai dan Nan Sarunai pada akhirnya? Artinya apa? artinya ada hubungan jauh sebelumnya sehingga Kutai wilayahnya diketahui oleh Majapahit kemudian dan Kertaanegara kemudian dan selanjutnya dikuasai melalui perang sementara Kutai dan Nan Sarunai tidak memerangi kerajaan lain. Mengapa kelakuan Majapahit dan Kertanegara begitu jahat? begitu serakah?
      Sifat-sifat itulah yang menurunkan genetika orang Jawa hingga saat ini yang duduk dipemerintahan negara Indonesia. Mereka yang mengendalikan negara ini adalah orang Jawa yang memiliki sifat Majapahit yang ganas, perompak, maniak sex, dan tidak pernah mau diatur, persis sama seperti nenek moyangnya.
      Dari sana sudah terlihat bahwa orang Jawa bukanlah panutan sejati, mereka baik karena ada maunya, setelah menguasai mereka tinggalkan orang yang dikuasai kalau bisa diijnak sampai mati dan tidak tumbuh lagi. Begitulah sifat orang Jawa sama persis dengan nenek moyangnya yang licik itu. Lihat kaus simulator sim, kasus korupsi orde baru, siapa smeua itu? jawa rata rata yang melakukan itu. Mana bisa negara menjadi maju jika demikian.
      Lihat Sarawak dan Brunei, mereka orang kalimantan asli dengan sifat kerajaan yang tidak menjajah, kaya, makmur, subur, sejahtera. lihatlah Kalimantan bagian Indonesia yang dipegang pemerintah Jawa, miskin, terlantar, tidak aman, korupsi dan sebagainya yang buruk buruk. Sehingga saya menafsirkan dalam kurun 20 tahun kedepan Indonesia tinggal nama dan hanya Jawa saja yang memakai nama Indonesia untuk nama negaranya, selain dari itu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua menjadi negara sendiri dengan nama lain. Sejak itulah akan kita lihat apakah Indonesia Jawa mampu menandingi manajemen negara baru yang baru lahir di nusantara.
      Sebuah negara akan maju kalau karakter bangsanya mau diatur, smart dan jujur serta tidak korupsi. Kalau macam Jawa yang ahli korupsi mana bisa maju negara. Jawa perusak bangsa.

      • dyang winei gadis dayak said

        Mantap,berani,jujur,real….

        sejarah tdk bs dihilangkan,walau mesti menangis dgn airmata darah,kenyataan sejarah hrs dihormati sbg bahan pelajaran berharga.
        —- TAHUKAH ANDA????——
        KalimAntan- tempat kaya dgn Intan-Antan-anarivo….
        Mungkinkah kata diatas saling berhubungan?

        -Bahwa di Kalimantan sendiri trdpt +300an suku bangsa dan bahasa. Pernahkah anda berfikir bhwa :
        -nenekmoyang kita tidak bermigrasi?
        -peradaban dunia berasal dari sini?
        -pusat kerajaan Nusantara adalah Kalimantan?
        -knp Ir.Soekarno renc. Ibukota Negara di Kalteng. P.Raya?
        -kenapa suku Jawa yg merantau ke Kalimantan bisa lupa posisi rumahnya saat pulang kampung?hehe..its real and so many people.
        -tahukah anda bhs Sunda mirip dgn bhs Dayak Tuwoyan?
        -tahukah anda bhw gong adalah alat music/ritual asli bangsa Dayak?
        -tahukah anda bhw keris adalah pusaka bangsa Dayak yg dirampas?
        -tahukah anda bhw Mandau adalah pusaka terakhir?
        -knp Kerajaan Nansarunai hnya sdikit meninggalkan jejaknya?
        -bhw kerajaan termuda yg bnyk meninggalkan sisa2 peradabannya?
        -tahukah anda bhw Majapahit dan Nansarunai mulanya adlh sahabat?
        -tahukah anda bhw majapahit hancur oleh kerajaan Nansarunai saat balaspati(iwalehjake) di jatim
        -tahukah anda bhw Majapahit menyerang ke 2x tanpa prajurit(hbis) asli ttp bantuan Demak?
        -tahukah anda bhw setelah datang ke 2x Kerajaan Nansarunai menawarkan perdamaian?
        -tahukah anda bhw kec. Danau Panggang adlah berisikan org2 Jawa Demak yg diampuni dan tdk mau kembali?
        -tahukah anda bhw alat transportasi diair teknologi tinggi,bs meluncur cepat diair?(Yg dirahasiakan)
        -tahukah anda’s bhw metode ramuan herbal tuk pengobatan,pendidikan, bangsa Dayak, sangat tinggi? (Secret)
        -bhw kata raden bukan dr jawa,ttp dr nenekmoyang Dayak:beras raden (benih padi yg berkualitas);raden its sumber kehidupan
        -tahukah anda bhw org Dayak pnya istilah “tamu adalah raja”.
        -tahukah anda bhw “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung?

        Oleh sebab itu sjak dlu disetting Ir.Soekarno (di Palangkaraya-Kalteng).

        Bahwa Kerajaan2 Nusantara sangat kaya raya termasuk khususnya Kerajaan (Dayak) Nansarunai. Digambarkan semua tiang2 Kerajaan disalut emas. “Amas bakuhiwik” adalah istilah bnyknya emas dan intan. Itulah jg cirinya para perempuan Dayak biasa dgn perhiasan emas bhkan dipedalaman sekalipun. Telingap dgn lubang yg pnjng adalah ciri dr bergelimangnya emas di Gumi Nansarunai Tempoe Doeloe (s/d abad 13).Para penduduknya sblmnya bukan petani ttp awalnya berdagang hngg mendunia. Sepenggal kenangan kejayaan Kerajaan Nansarunai. Sebelum berlakunya upeti yg membw hbis harta kekayaan emas,intan dan pusaka rakyat Nansarunai. (Tertulis dlm Hikayat Banjar)

  21. topan said

    omongan yang tak pakai dasar.
    panjang lebar cuma ngawur
    itulah kalau nalar sudah bongkok
    seperti estmate bilang, itulah yang disebut
    orang dungu….

  22. sten said

    Wah,,di kampusku ada orang madagaskar tuu,,pantasan aja,,perta jumpa kira orang ambon manise,,

  23. Hehehe extrim buanget.belon kaji suku mandar mamuju di sulawesi barat?bahasanya mirip bahasa suku manyam dayak,

  24. Tiffiny said

    We’re a group of volunteers and starting a new scheme in our community. Your website offered us with useful information to work on. You’ve done
    an impressive activity and our entire community will likely be thankful to you.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.